?>
Fuso Update 12 May 2020

Fuso Siaga Melayani Service dan Sales saat Pandemi, Ini Beberapa Ketentuan yang Perlu Diperhatikan

Fuso Siaga Melayani Service dan Sales saat Pandemi, Ini Beberapa Ketentuan yang Perlu Diperhatikan

Distributor utama Mitsubishi Fuso di Indonesia, PT Krama Tiga Berlian (KTB), tetap mengusahakan pelayanan semaksimal mungkin di tengah wabah Corona yang sedang melanda walau dengan penerapan yang berbeda dari biasanya.

Wabah Corona yang belum kunjung usai ini membuat pemerintah mengambil langkah tegas untuk memutus mata rantai dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai wilayah di Indonesia. Pelaksanaan PSBB dimulai dari peraturan berkendara, yaitu pembatasan penumpang di dalam kendaraan dan penutupan beberapa jalan di beberapa daerah. Selain itu, penutupan tempat umum seperti tempat ibadah, instansi pendidikan, dan perkantoran juga dilakukan demi penerapan PSBB yang optimal. Namun, bagi beberapa sektor bisnis, penghentian usaha tidak dapat dilakukan, terutama di bidang logistik.

PT KTB sebagai pelaku usaha di bidang logistik pun mengambil langkah agar bisnis tetap berjalan dengan mengindahkan himbauan pemerintah. Adalah dengan tetap siaga melayani sales, service, dan spare part di semua diler melalui beberapa penyesuaian yang berlaku. Layanan tersebut tetap berjalan, namun ada penyesuaian pada proses transaksi. Jika biasanya transaksi dilakukan secara langsung, maka dalam masa PSBB ini transaksi dilakukan dengan jarak jauh.

Beberapa diler terpaksa menutup showroom dikarenakan mengikuti himbauan pemerintah setempat, namun layanan sales, service, dan spare part tetap siaga melayani semaksimal mungkin. Untuk mendapatkan pelayanan dari rumah atau Fuso Home Service, konsumen dapat menghubungi diler terdekat.

Jika konsumen ingin mendapatkan layanan tatap muka, beberapa diler di wilayah tertentu masih beroperasi dan melakukan proses transaksi langsung. Diler tersebut wajib menerapkan protokoler higienitas yang dianjurkan, seperti pengecekan suhu tubuh baik pada karyawan maupun konsumen, menjaga jarak aman (physical distancing), menggunakan alat proteksi kesehatan berupa masker, sarung tangan, dan kacamata, menyediakan tempat cuci tangan, serta menyemprotkan disinfektan secara berkala. Semua diler dipastikan dalam keadaan bersih dan higienis. Hal ini bertujuan agar pelayanan tetap berjalan lancar dan nyaman walau di kondisi sulit.