?>
Fuso Update 25 June 2021

Pentingkah Melakukan Engine Flush dan Apa Manfaatnya?

Pentingkah Melakukan Engine Flush dan Apa Manfaatnya?

Menjaga kebersihan kendaraan tidak hanya agar terlihat menarik saja, tetapi juga sebagai bentuk perawatan kendaraan. Sebab, kotoran yang menempel pada berbagai area dapat menimbulkan masalah, salah satunya yaitu korosi. Itulah sebabnya, memastikan Anda mencuci mobil secara keseluruhan, body maupun mesin, secara berkala sangatlah penting.

Namun, menjaga kebersihan mesin ternyata tidak cukup hanya dengan menggunakan air dan sabun seperti saat mencuci kendaraan pada umumnya. Sebab, ada banyak area bagian dalam mesin yang juga harus dijaga kebersihannya. Inilah fungsi dari engine flush atau flushing pada mesin kendaraan.

Engine flush merupakan metode pembersihan keseluruhan mesin dengan cairan khusus. Cairan kimia ini akan bersirkulasi ke seluruh area mesin dan menghilangkan kotoran maupun endapan yang menempel di area mesin. 

Cara penggunaannya yaitu dengan menuangkannya ke port pengisian oli dan biarkan sekitar 5 hingga 10 menit dalam kondisi mesin mati. Jika cairan ini sudah menyatu dengan oli, kemudian nyalakan mesin sehingga oli yang telah tercampur akan bersirkulasi ke seluruh mesin. Setelah itu, kuras oli hingga benar-benar bersih dan juga ganti filter oli.

Ada banyak keuntungan ketika mesin melakukan engine flush, di antaranya:

– Mencegah Oil Sludge

– Meningkatkan Fungsi Pelumasan

– Membersihkan Kontaminasi Mikroba

– Membantu kinerja filter

– Menjaga kinerja mesin

Engine flush bisa dilakukan kapan saja saat melakukan perawatan berkala pada mesin kendaraan. Namun, disarankan untuk melakukannya pada saat mengganti filter oli.  Sebab jika melakukan engine flush tanpa mengganti filter oli, dikhawatirkan kotoran yang menempel pada filter justru mengganggu proses pembersihan ini.

Selain itu, untuk kendaraan berusia cukup tua sebaiknya lebih waspada saat melakukan engine flush, terutama untuk kendaraan yang perawatannya kurang diperhatikan. Sebab adanya endapan lumpur, oli, maupun kotoran lain pada dinding mesin terkadang justru menjadi penutup celah kebocoran. 

Ketika dilakukan engine flush dan seluruh kotoran tersebut hilang, maka celah akan terbuka dan mesin mulai menunjukkan tanda kebocoran. Inilah yang sering kali membuat banyak pemilik kendaraan menolak engine flush karena takut kendaraannya menjadi bocor setelah proses tersebut. Padahal, kebocoran tersebut sebenarnya memang sudah ada dan hanya tertutup. Untuk kondisi tersebut, Anda tidak direkomendasikan melakukan engine flush. 

Anda juga disarankan agar melakukan engine flush di bengkel resmi. Dengan begitu, ketika terjadi masalah setelah proses selesai, teknisi dapat segera mengambil langkah perbaikan sesuai dengan persetujuan Anda. Jadi mobil akan selalu dalam kondisi prima dan siap digunakan.