?>

Menjawab Kebutuhan Konsumen Terkait Regulasi Over Dimension Over Load

Pernahkah Anda melihat truck dengan muatan yang berlebihan atau over load di jalanan? Mayoritas dari kita tentu pernah melihat truk dengan kapasitas yang berlebih setidaknya satu kali saat sedang bepergian. Bahkan, Kementerian Perhubungan mencatat pada awal tahun 2018, sebanyak 78% truk melanggar aturan rancang bangun khususnya pada persoalan kelebihan muatan dan dimensi.

Menyikapi hal ini, Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Kejaksaan Agung melakukan penyidikan terhadap kendaraan truk yang Over Dimension dan Over load (ODOL). Merujuk pada Pasal 277 UU No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan bahwa setiap orang yang merakit, memodifikasi kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dapat dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda 24 juta Rupiah. Sanksi ini tegas diberlakukan sejak tanggal 1 Agustus 2018 untuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan nyaman mengingat banyaknya kerugian yang harus ditanggung negara akibat truk kelebihan muatan.

Umumnya konsumen kendaraan niaga mengisi muatannya lebih banyak hingga melebihi kapasitas muatan yang semestinya guna menekan biaya operasional distribusi barang. Guna menjawab kebutuhan ini, Mitsubihsi Fuso menghadirkan produk truk medium Fighter Long Series dengan kapasitas muatan lebih besar namun memenuhi standar rancang bangun yang sesuai dengan regulasi pemerintah.

Fighter Long Series hadir guna menjawab persoalan tersebut agar bisa menjaga efisiensi pengiriman barang tanpa merugikan pihak lainnya. Melalui varian-varian Long Series tipe Fighter FN 62 FL HD, Fighter FN 61 FL dan Fighter FM 65 FSL Hi Gear para pengusaha bisa melakukan pengiriman barang lebih efisien tanpa perlu melanggar peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Jadi, tak salah jika Fighter Long Series dianggap menjadi andalan bisnis sejati karena mampu membantu para pebisnis sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menertibkan kendaraan pengangkut barang di jalanan.

Untuk melihat spesifikasi lebih lengkapnya, silakan megunjungi tautan link berikut:

Varian 4×2 : https://ktbfuso.co.id/product-detail/49/fm-65-fsl-hi-gear

Varian 6×2 : https://ktbfuso.co.id/product-detail/51/fn-61-fl

Varian 6×4 : https://ktbfuso.co.id/product-detail/52/fn-62-fl-hd

Kehadiran Fighter long series diharapkan bisa memberikan solusi bagi konsumen yang membutuhkan armada dengan kapasitas muatan lebih besar, sehingga biaya operasional menjadi lebih efisien. 

Tantangan Menjadi Seorang Supir Truk

Menjadi seorang supir truk tidaklah mudah. Sebagai supir truk, Anda dituntut untuk bisa mengendarai kendaraan dengan dimensi yang besar serta menempuh jarak yang tidaklah dekat. Bahkan, beberapa supir truk harus berpindah dari satu pulau ke pulau lainnya untuk mencapai tempat tujuan dengan memakan waktu berhari-hari lamanya. Tapi, tak berhenti disitu, masih ada banyak tantangan lainnya yang dihadapi oleh seorang supir truk. Inilah dia beberapa diantaranya :


Memilih Jalur yang Tepat
Seorang supir truk dituntut untuk memilih jalur yang tepat agar bisa sampai tempat tujuan tepat waktu. Hal inilah yang dirasakan oleh Mansur, seorang supir truk yang membawa muatan berisi material hasil pengeboran dari Lampung menuju Surabaya. Dalam perjalanan tersebut, Ia dibekali uang sejumlah RP 2,65 juta agar bisa mencapai tempat tujuan tepat waktu. Uang tersebut, nantinya digunakan untuk biaya makan selama perjalanan, bahan bakar dan tol.

Pemilihan jalur tol atau jalur arteri sangat menentukan biaya yang dikeluarkan oleh para supir truk. Menurut Ahmad Ridwan, seorang supir truk yang mengangkut muatan Duku dari Jambi ke Surabaya, dirinya merasa lebih nyaman untuk menggunakan jalan tol sampai kota tujuan. Sebab, menggunakan jalan tol dirasa lebih cepat, nyaman, dan bisa menghemat biaya perjalanan. Meski harus membayar biaya tol yang cukup tinggi, jalan tol juga bisa memberikan keuntungan lainnya berupa konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dan waktu tempuh yang lebih cepat. Maka dari itu, seorang supir truk dituntut agar bisa menghadapi tantangan dalam memilih jalur yang tepat agar dapat menyesuaikan anggaran yang didapat dan waktu tempuhnya.

Memperhatikan Bobot Muatan
Para supir truk juga dituntut untuk memperhatikan bobot muatan yang dibawanya. Truk dengan muatan berlebih dapat membahakan pengemudi serta pengguna jalan yang lain. Hal ini jelas melanggar peraturan karena dianggap Over Dimension dan Over Load (ODOL) oleh Kementerian Perhubungan. Selain berbahaya, truk dengan muatan berlebih juga membawa dampak negatif yaitu kerusakan jalan yang lebih cepat, penyebab kemacetan lalu lintas, serta polusi berlebih.
Maka dari itu penting bagi supir truk untuk memeriksa bobot muatan sebelum berangkat mengantar barang.

Dikejar Waktu dan Hambatan di Jalanan
Tidak hanya menempuh jarak yang jauh, para supir truk juga diharuskan untuk mencapai tempat tujuan dalam waktu yang telah ditentukan. Hal ini tentu jadi tantangan besar, mengingat membawa muatan besar dalam waktu singkat bukanlah hal yang mudah. Tak jarang pula para supir truk mendapatkan hambatan yang membuat mereka terlambat sampai tujuan. Salah satunya yakni kondisi jalanan yang macet.

Jalanan yang macet jadi hambatan yang dirasakan oleh Abdul Qodir, supir truk yang membawa logistik dari Jawa Timur menuju Jakarta. Kondisi jalan tol yang macet parah membuat ia tak jarang terlambat 3-7 jam. Ketika terlambat, ia pun akan mendapatkan teguran dari atasan sekaligus meningkatkan biaya perjalanan karena konsumsi bahan bakar yang lebih banyak

Sulit Ketika Mundur
Seorang supir truk juga perlu menghadapi tantangan yang berat saat akan memundurkan truk tronton. Tidak seperti truk biasa atau mobil pribadi, memundurkan truk tronton membutuhkan teknik khusus karena saat berbelok ke kanan setir perlu diarahkan ke kiri, begitu pula sebaliknya. Tak jarang, supir truk yang belum mahir akan kesulitan untuk memundurkan truknya dan membuat jalanan jadi macet seketika. Bahkan, seringkali para pengemudi semakin kesulitan karena adanya pengendara sepeda motor yang memaksa masuk saat sedang memundurkan truk. Sehingga, seorang supir truk dituntut untuk mahir memundurkan truk sekaligus memiliki mental yang kuat dalam menghadapi jalanan yang dilewatinya. 

Sumber:
Berita 1
Berita 2
Berita 3

5 Alasan Mitsubishi Fighter bisa Menjadi Partner Andalan Bisnis Sejati

Tren truk medium diprediksikan akan terus meningkat seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur, serta pengetatan regulasi dari Pemerintah Indonesia terkait muatan truk. Untuk itulah, Mitsubishi Fuso mengeluarkan produk Fighter untuk menjawab kebutuhan tersebut. Fighter dilengkapi dengan berbagai keunggulan yang dapat memajukan bisnis konsumen. Mau bisnis Anda sukses bersama Fighter? Lalu, apa saja kelebihan dari Fighter? Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Performa Mesin Maksimal

Keunggulan pertama dari Fighter terletak pada bagian mesinnya. Dengan tenaga mencapai 270 PS, sistem common rail yang dikontrol oleh ECU (Electronic Control Unit) serta rasio gardan besar, konsumsi bahan bakar akan menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Bahkan, dalam pengetesan konsumsi bahan bakar, Fighter mampu mencapai 2,7 km/liter. Mesin Fighter mengadopsi standar EURO 3, dan aman mengkonsumsi biodiesel.

Selain itu, Fighter juga dibekali dengan sistem transmisi 6 dan 9 percepatan, serta rasio gardan besar agar dapat menyalurkan tenaga secara maksimal untuk mengangkut beban muatan. 

Nyaman

Faktor kenyamanan juga menjadi fokus utama dalam pengembangan Fighter. Pengemudi akan merasakan kenyamanan dari kabin karena memiliki ruang yang luas. Kursi pengemudi juga dilengkapi dengan air suspension yang akan membuat jok terasa lebih empuk. Posisi jok juga bisa diatur sesuai tinggi, jarak dan kemiringan yang diinginkan pengemudi. Ruang penyimpanan juga disediakan agar pengemudi bisa membawa serta barang pribadi atau dokumen di ruang kabin. Saat mengemudi, pengemudi juga akan dimanjakan dengan fitur power shifter yang akan memudahkan saat perpindahan gigi, dan setir dilengkapi dengan impact absorbing system, serta desain dalam kabin yang kedap terhadap suara dan getaran. meningkatkan keamanan dan kenyamanan.

Aman

Agar dapat membawa muatan agar lebih efektif dan efisien, Fighter juga memperhatikan betul sisi keamanan pengemudi dan barang yang akan dibawanya. Mitsubishi Fighter dibekali dengan kabin yang modern dan kokoh agar lebih aman bagi pengemudi saat berkendara. Kaca depan juga dibuat lebih lebar agar jarak pandang pengemudi lebih maksimal serta lampu sudut untuk meningkatkan keamanan saat truk berbelok. 

Kemudahan Instalasi

Pengemudi juga tidak perlu khawatir dengan keamanan muatan yang dibawa karena Fighter dibekali dengan chassis yang kuat dan tebal dengan kelingan chassis di sisi samping memudahkan pemasangan karoseri, chassis lurus memudahkan pemasangan sub-frame karoseri, socket tambahan untuk memudahkan instalasi kelistrikan.

Fitur Lengkap

Fighter juga memberikan fitur lengkap untuk memudahkan pemeriksaan mesin sehari-hari. Dengan kehadiran panel depan, mesin bisa diperiksa dengan mudah setiap harinya. Kabin jungkit juga disediakan dengan sudut bukaan yang lebih lebar mencapai 67° serta akan memudahkan proses pengecekan. 

Melalui aplikasi Runner yang disediakan, pemilik truk dapat mengatur arus pengiriman barang, serta memantau lokasi kendaraan secara real time dan otomatis, kapanpun dan dimanapun.

Itulah 4 alasan mengapa Mitsubishi Fighter bisa menjadi andalan bisnis sejati bagi para pengusaha. Lewat berbagai keunggulan yang dihadirkan, Mitsubishi Fighter berupaya memenuhi kebutuhan para pebisnis untuk memasuki era baru dalam dunia bisnis yang lebih efektif dan efisien.

Kontribusi Mitsubishi Fuso untuk Negeri

Pada tanggal 17 Agustus 2019, Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan yang ke – 74. Begitu banyak mimpi yang telah dicapai oleh Bangsa, namun ada banyak pula asa yang masih perlu diraih demi kemajuan negeri tercinta. Mitsubishi Fuso selalu berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam mewujudkan harapan dan pencapaian yang lebih tinggi lagi.

Mitsubishi Fuso akan senantiasa memberikan kontribusi positif untuk Indonesia, diantaranya adalah:

1. Penggerak perekonomian dan pembangunan

Sebagai penyedia armada transportasi besar, Mitsubishi Fuso telah memenuhi peran untuk membantu kehidupan masyarakat Indonesia dalam mendistribusikan seluruh kebutuhan sandang, pangan dan papan secara merata hingga pelosok negeri. Dengan tujuan agar seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan hasil pembangunan yang merata.

2. Memajukan industri otomotif

Mendapatkan rekor MURI pada tahun 2017 sebagai Truk dengan Penjualan Paling Banyak, membuat Mitsubishi Fuso sudah memberikan banyak kontribusi untuk Industri Otomotif. Mengingat sektor tersebut  merupakan salah satu yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, hasil penjualan hingga bangkitnya industri-industri terkait.

3. Corporate social responsibility

KTB Mitsubishi Fuso tumbuh dan berkembang bersama Indonesia sejak lama dan telah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. KTB peduli terhadap pengembangan sumber daya manusia di Indonesia melalui program Pendidikan seperti berikut:

o We Care We Share

Program CSR ini membantu meningkatkan kualitas Pendidikan masyarakat Indonesia dengan merenovasi bangunan sekolah yang membutuhkan dan melengkapi fasilitas yang belum tersedia agar terciptanya kegiatan belajar dan mengajar yang nyaman. KTB juga mengajak para murid untuk melakukan kegiatan diluar sekolah seperti outbond, permainan edukatif dan sebagainya, dengan mengikut sertakan karyawan untuk berperan sebagai pendamping.

Di tahun 2019 ini, KTB telah melaksanakan kegiatan “We Care We Share” yang ke – 14 kali nya dan terdapat 9 sekolah yang sudah dibantu.

o FUSO Vocational Education Program

Fuso Vocational Education Program atau FVEP adalah program yang dibuat untuk Siswa di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) yang ada di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan otomotif para siswa. Program ini juga terdiri dari beberapa bagian, diantaranya: Donasi kendaraan untuk bahan belajar dan mengajar , Pelatihan otomotif bersertifikat bagi para guru dan murid, kompetisi keahlian otomotif para siswa serta menyelenggarakan “Fuso belajar dan menginspirasi” yang merupakan kegiatan suka rela karyawan KTB untuk membagikan ilmu dan pengalamannya kepada para siswa.

Saat ini KTB memiliki 14 SMK binaan yang tersebar di seluruh wilayan Indonesia.

Sebagai salah satu perusahaan Industri Otomotif terbesar di Indonesia, Mitsubishi Fuso tidak akan berhenti memberikan kontribusi positif untuk negeri, demi terciptanya Indonesia yang lebih baik. Mari Bersama majukan Indonesia.

Pijarkan Kembali Semangat Belajar Anak-Anak Penyintas Tsunami Selat Sunda, KTB Bantu Perbaikan Sarana Pendidikan di Pesisir Lampung Selatan Melalui Program CSR “We Care, We Share” ke-14

Lampung, Indonesia – PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) authorized distributor kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia melalui program CSR “We Care, We Share” menyerahkan bantuan perbaikan sarana pendidikan kepada MTs/MA Nurul Islam yang berlokasi di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung pada tanggal 9 Agustus 2019.

Sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah yang mengalami kerusakan sangat signifikan akibat Tsunami yang terjadi di wilayah pesisir Lampung dan Banten di penghujung tahun 2018 silam.

Di program ini, KTB kembali melibatkan volunteer sebanyak 30 orang yang merupakan Karyawan dan Manajemen dari KTB dan Dealer untuk bersama melakukan aksi sosial penanaman bibit tanaman produktif serta menghadirkan keceriaan dan kebahagiaan dengan para murid melalui permainan interaktif di kelas. 

Dalam pidato sambutannya, Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors – Atsushi Kurita, menyampaikan “Program CSR We Care, We Share ini adalah salah satu wujud perhatian KTB untuk dunia pendidikan dan anak-anak di Indonesia. Melalui program ini, KTB berupaya untuk terus memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan di berbagai wilayah Indonesia. Karena kami memahami bahwa pendidikan adalah salah satu kunci kesuksesan dalam membangun bangsa.”

KTB berharap semoga bantuan perbaikan gedung sekolah ini dapat membangkitkan kembali semangat belajar mengajar dari para guru dan siswa setelah musibah yang melanda untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kisah Seputar Supir Truk yang Perlu Anda Ketahui

Hidup di jalanan dengan beragam lika-liku yang dihadapi membuat supir truk memiliki banyak cerita unik. Durasi yang cukup lama dijalanan membuat mereka memiliki beragam kisah yang bisa dibagikan dan belum tentu dirasakan oleh para pengguna jalan lainnya. Tak jarang, kisah-kisah yang dimiliki oleh para supir truk menjadi ironi tersendiri atau bahkan menjadi cerita yang menarik untuk disimak. Berikut 4 hal seputar kisah supir truk yang perlu Anda ketahui.

Sering Dianggap Penyebab Macet
Membawa kendaraan dengan dimensi yang besar jelas merupakan tantangan tersendiri bagi para supir truk. Apalagi jika jalur yang dilalui bukanlah jalur utama dengan lebar jalan yang terbatas. Saat melewati jalur tersebut, tak jarang supir truk dianggap sebagai biang keladi kemacetan hingga menjadi sasaran kemarahan pengguna jalan lainnya yang merasa terhambat perjalanannya. Padahal, bisa jadi jalur tersebut merupakan satu-satunya jalur yang bisa ditempuh untuk mencapai tempat tujuan dan para supir truk juga dituntut untuk bisa menyesuaikan truk yang dibawa dengan lebar jalan yang terbatas.

Dikejar Waktu
Tidak hanya membawa barang dalam jumlah yang banyak dan dimensi yang besar, supir truk juga dituntut agar bisa sampai ke tempat tujuan dalam waktu yang telah ditentukan. Hal inilah yang dialami oleh Abdul Qodir, seorang supir truk yang membawa logistik dari Proboliggo, Jawa Timur menuju Jakarta. Dilansir oleh Tirto.id, Abdul Qodir membawa beragam komoditas pangan untuk masyarakat Jakarta ke Pasar Induk Kramat Jati dengan waktu tempuh hanya 24 jam saja. Sang supir, Abdul Qodir dituntut agar bisa sampai pada pukul 05.30 pada pagi hari agar barang tetap berada dalam kondisi terbaik dan bisa langsung dijual pada pagi harinya. Sayangnya, kemacetan seringkali menjadi hambatan dan tak jarang ia mengalami keterlambatan sampai pukul 08.30.

Kurang Tidur
Dikejar waktu, membuat para supir truk seperti Abdul Qodir dituntut untuk memiliki fisik yang prima agar tidak terlalu sering beristirahat. Apalagi para supir truk umumnya memilih perjalanan pada malam hari untuk meminimalisir terjadinya kemacetan. Akibatnya, biasanya para supir truk merasakan kurang tidur mengingat mereka harus bekerja pada malam hari agar bisa sampai tempat tujuan dalam waktu yang telah ditentukan.

Kondisi inilah yang dialami oleh Abdul Qodir dan rekannya Sokib saat mengantarkan barang dari Jawa Timur menuju Jakarta. Mereka harus bergantian tidur agar tetap bisa sampai ditujuan tanpa perlu mengambil risiko dengan memaksakan diri agar bisa mencapai tempat tujuan. Bahkan tempat tidur yang dimiliki juga sangat tidak memadai dan Abdul Qodir pun menyebut bahwa Ia tidur layaknya “Udang” yang menekuk kakinya.

Rela Meninggalkan Keluarga

Menempuh jalanan yang panjang hingga berhari-hari membuat para supir truk harus rela meninggalkan keluarganya. Hal ini lah yang dialami oleh I Wayan Partana seorang supir truk asal Bali yang biasa membawa barang di daerah Bali dengan truknya. Pada suatu waktu, Ia bahkan pernah mengalami pecah ban saat mengirim barang pada malam hari. Di waktu yang bersamaan, Ia juga mendapatkan kabar dari sang Istri bahwa anaknya tengah jatuh sakit. Pada momen tersebutlah, Partana merasa sedih dan perlu mendampingi keluarganya meski kondisinya tidak memungkinkan. Beruntung, anak dari I Wayan Partana menjadi salah satu penerima beasiswa dari PT Krama Yudha Tiga Berlian Mitsubishi Fuso pada tahun 2018 silam.

Sumber:

Berita 1
Berita 2
Berita 3