Meski PSBB Diperpanjang, Rantai Distribusi Tetap Harus Berjalan

Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB yang telah disetujui pemerintah kini makin digalakkan di berbagai kota, terutama yang terdapat pada zona merah. DKI Jakarta sebagai salah satu zona merah menerapkan perpanjangan PSBB hingga tanggal 22 Mei 2020. Selain Jakarta, area Jabodetabek lain seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sudah memberlakukan PSBB di bulan April ini. Adapun daerah luar Jabodetabek seperti Bandung, Tegal, Makassar, Sumatera Barat, Pekanbaru, dan daerah-daerah lainnya ikut membantu menekan laju korban Covid 19 dengan menerapkan PSBB di area masing-masing.

Penyekatan jalan dan pengadaan check point semakin dipertegas dalam rangka PSBB. Di Jakarta, beberapa ruas jalan dialihkan ke jalan lain. Seperti adanya dua titik penyekatan pada jalan Tol Jakarta-Cikampek di Cikarang Barat KM 28 dan Karawang Barat KM 47. Begitu pula di area Bekasi, penyekatan dilakukan pada empat titik, salah satunya ialah Terminal Induk Bekasi.

Penyekatan ini dilakukan guna menahan arus warga yang ingin masuk ataupun keluar dari suatu daerah. Banyak warga terutama dari Jakarta yang bersikeras ingin pulang ke kampung halaman di daerah Jawa dengan menggunakan transportasi darat. Sementara pemerintah sudah melarang adanya mudik pada Lebaran tahun ini sehingga PSBB dapat berjalan dengan baik. Penyekatan jalan sendiri juga menghadirkan posko atau check point di ujung jalan. Para petugas akan mengecek kendaraan yang akan masuk jalan tersebut dengan memeriksa apakah ada indikasi ingin mudik atau tidak. Jika ketahuan ingin mudik, petugas akan meminta mereka untuk putar balik kembali ke rumah.

PSBB memang bisa menjadi salah satu solusi ampuh untuk menekan laju penyebaran Covid 19. Namun di sisi lain, regulasi ini berdampak cukup besar pada pengemudi truk serta para pengusaha. Para pengemudi truk mengalami kesulitan untuk bertugas mengantarkan muatan antar provinsi seperti dari Jakarta ke Jawa Timur. Banyaknya jalan ditutup cukup memperlambat pengiriman muatan karena harus mencari alternatif jalan lain. PSBB juga berimbas bagi pengusaha karena berdampak adanya keterlambatan produksi, distribusi barang yang terhambat, hingga penurunan kinerja perusahaan.

Walaupun terasa berat dilakukan karena berdampak ke banyak sektor usaha, sebagai warga negara yang baik, sahabat Fuso tetap harus mengikuti regulasi tersebut. Karena biar bagaimanapun, regulasi PSBB adalah solusi yang tepat agar wabah Corona ini segera berakhir. Meskipun pengusaha hingga pengemudi truk yang secara langsung terkena PSBB ini, Sahabat Fuso tetap memiliki cara-cara tersendiri agar pengiriman barang tetap bisa dilakukan. Seperti selalu mengecek jalan mana yang bisa digunakan sebelum memulai perjalanan agar lancar. Tiap hari regulasi PSBB akan terus berkembang. Jadi ketika satu jalan disekat, maka akan ada alternatif jalan lain yang bisa dicoba. Selain itu Sahabat Fuso baiknya menyertakan berkas-berkas pendukung berupa SIM, STNK, serta surat izin jalan agar perjalanan pendistribusian barang tetap dapat berjalan dengan lancar.

Pada akhirnya, setiap orang tidak ada yang menginginkan wabah ini bertahan lama. PSBB adalah solusi pemerintah yang harus ditaati setiap orang. Selain menaati regulasi PSBB, Sahabat Fuso juga diminta untuk menjaga kesehatan seperti selalu ingat mencuci tangan, penyemprotan disinfektan di lingkungan rumah, menggunakan masker kain, menahan diri untuk tidak keluar rumah kecuali urusan penting, dan tetap berpikir positif bahwa wabah ini pasti akan berakhir.

Pengemudi Truk Mitsubishi Fuso Tetap Bekerja Agar Roda Distribusi Kebutuhan Pokok Tetap Berjalan

Wabah virus Corona yang kian merebak membuat pemerintah pusat dan daerah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan laju penyebaran. Aturan PSBB sudah resmi dijalankan, secara otomatis kegiatan publik pun dibatasi. Misalnya seperti meliburkan perkantoran dan instansi, pembatasan kegiatan keagamaan, serta pembatasan transportasi publik.

Untuk transportasi publik dan transportasi secara umum (mobil pribadi dan kendaraan niaga,) memang sudah memiliki aturan yang spesifik terkait PSBB. Seperti mobil pribadi yang harus physical distancing di dalam mobil dan kendaraan niaga seperti truk yang mengharuskan pengemudinya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri.

Para pengemudi truk memang tidak bisa di rumah saja mengikuti anjuran pemerintah. Meski mengaku khawatir dengan kondisi pandemik COVID-19, para pengemudi truk tetap harus bekerja untuk memastikan bahwa rantai distribusi logistik dapat berjalan lancar.  

Buhari, sebagai pengemudi Mitsubishi Fuso, ia mengaku bahwa semenjak diberlakukan PSBB para pengemudi truk tetap bekerja meski muatan yang dibawa jumlahnya menurun dibandingkan hari biasa. Efek ini juga dirasakan oleh Kaji Sukamto, pengemudi Mitsubishi Fuso dari Gresik. Ia menyebut ada banyak jalan yang terpaksa ditutup akibat PSBB. Yuli Prasetyo, rekan sesama pengemudi truk juga tetap menjalankan aktivitasnya dan meminta agar masyarakat yang dapat diam di rumah agar tidak keluar rumah untuk sementara waktu “Bantu kami menjalankan tugas kami agar tetap merasa aman dalam mendistribusikan kebutuhan pokok” ujarnya.

Meski mengaku khawatir dengan pandemik COVID-19, namun para pengemudi ini tetap berusaha memberikan pelayanan terbaiknya dengan mendistribusikan muatan ke berbagai tempat, sehingga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga.

Dengan pekerjaan yang mengharuskan para pengemudi keluar rumah, mereka memiliki tips untuk diri sendiri agar terhindar dari virus. Yuli mengungkapkan bahwa ia tetap menjaga kebersihan baik lingkungan maupun diri sendiri agar tetap sehat dan fit. Caranya dengan berolahraga walau sebentar dan meminum jamu herbal. Sedangkan Kaji memberikan tips singkatnya yaitu dengan berdoa agar wabah segera berlalu dan juga selalu menggunakan masker.

Para pengemudi kendaraan niaga terbaik ini walau harus berada di luar rumah, namun tetap ingat untuk menjaga kesehatannya. Bagi Anda yang juga harus berada di luar rumah, jangan lupa untuk selalu menerapkan anjuran kesehatan yang disarankan oleh WHO seperti berikut:

  • Gunakan masker dan sarung tangan saat berkendara
  • Menggunakan tongkat toll untuk menghindari permukaan mesin e-toll
  • Cuci tangan menggunakan sabun selama 20 detik sampai bersih
  • Semprot stir dan benda yang kemungkinan terpapar virus menggunakan disinfektan
  • Segera mandi dan berganti pakaian sesampainya di rumah
  • Jangan bersandar atau menyentuh apapun sepulang bekerja di luar rumah
  • Hindari kontak langsung dengan keluarga sebelum membersihkan diri terlebih dahulu

Jika anjuran kesehatan di atas diikuti dengan baik dan disiplin, maka Anda bisa turut membantu menurunkan kurva peningkatan COVID-19 baik di Indonesia maupun di dunia.

Peduli Konsumen, KTB Sediakan Program “FUSO Home Service” di Tengah Situasi Covid-19

Jakarta, Indonesia – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, memberikan layanan service kendaraan niaga khusus bagi konsumen dalam situasi penyebaran virus Covid-19, melalui program “FUSO Home Service” selama masa pandemi ini.

Peduli Konsumen, KTB Sediakan Program “FUSO Home Service” di Tengah Situasi Covid-19

Wabah yang menyebar selama satu bulan terakhir, tentunya mempengaruhi aktivitas bisnis konsumen. Himbauan untuk tetap di rumah atau menjaga jarak aman atau self distancing menjadi salah satu cara mencegah penularan virus Covid-19. Namun, hal tersebut tidak selalu dapat diimplementasikan mengingat beberapa sektor bisnis yang harus terus berjalan khusunya logistik.

Peduli Konsumen, KTB Sediakan Program “FUSO Home Service” di Tengah Situasi Covid-19

Banyaknya truk-truk yang masih beroperasi guna mendistribusikan kebutuhan pangan serta alat-alat medis ke seluruh penjuru negeri membuat KTB berinisatif menyediakan layanan khusus FUSO Home Service sebagai layanan service langsung di tempat konsumen berada, sehingga konsumen tidak perlu datang ke diler untuk melakukan perawatan serta perbaikan kendaraan.

Peduli Konsumen, KTB Sediakan Program “FUSO Home Service” di Tengah Situasi Covid-19

Untuk mendukung kegiatan ini, KTB didukung dengan Mobile Workshop Service (MWS) yang telah dilengkapi dengan fasilitas service dan spare part dasar layaknya di diler resmi Mitsubishi Fuso. Untuk menikmati layanan ini, maksimal jarak tempat konsumen dengan dealer terdekat adalah 20 KM. Agar layanan ini lebih efisien, konsumen diharapkan untuk melakukan service booking terlebih dahulu ke diler resmi Mitsubishi Fuso terdekat untuk mengatur janji temu.

Peduli Konsumen, KTB Sediakan Program “FUSO Home Service” di Tengah Situasi Covid-19

Tidak hanya itu, dengan menggunakan layanan service khusus ini, konsumen juga akan mendapatkan Diskon Spesial untuk Jasa Service dan Penggantian Spare Part sampai dengan 15% yang tentunya sangat menguntungkan bagi konsumen.

Dony Hermawan, Head of PR & CSR KTB, mengatakan program “FUSO Home Service merupakan bentuk dukungan KTB kepada para konsumen yang masih harus beroperasi selama pandemi ini menyerang Indonesia. Tentunya tidak mudah bagi para konsumen untuk pergi ke diler dalam situasi seperti sekarang, sehingga konsumen dapat tetap di rumah, kami yang datang merawat truk anda dengan mengerahkan armada MWS langsung ke lokasi konsumen berada. Truck Center kami juga tetap beroperasi selama 24 jam nonstop setiap hari sehingga konsumen dapat menikmati layanan ini diluar jam operasional kendaraan sehingga tidak terjadi downtime pada kendaraan.”

Peduli Konsumen, KTB Sediakan Program “FUSO Home Service” di Tengah Situasi Covid-19

Diler-diler Mitsubishi Fuso juga telah melakukan prosedur pencegahan Covid-19 dengan memastikan seluruh lingkungan dealer dalam keadaan bersih dan higienis, melakukan penyemprotan disinfektan di area diler secara berkala, menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk diler, serta hand sanitizer yang ditempatkan di area-area diler.

Untuk mendapatkan program khusus FUSO Home Service, konsumen dapat mengecek lokasi dan kontak dealer terdekat melalui website https://ktbfuso.co.id/dealer