?>

Common Rail VS Mesin Diesel Konvensional

Sejak tahun 2018 yang lalu, Indonesia sudah mulai menerapkan Standar Emisi Euro IV sesuai dengan Peraturan Menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O. Sementara untuk mesin diesel, penerapan Standar Euro IV  rencananya akan segera diberlakukan di tahun 2022, sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020.

Salah satu syarat mutlak penerapan Euro IV bagi kendaraan bermesin diesel adalah teknologi Common Rail. Apa saja perbedaannya dengan mesin diesel konvensional? Mari kita simak penjelasannya.

Common Rail

  • Terdapat Komponen Rail: Berfungsi untuk menyimpan bahan bakar agar berada pada tekanan tinggi yang konstan. 
  • Sistem Komputerisasi: Semua aktifitas pada engine dikontrol oleh Electronic Control Unit (ECU) dari masukan sensor – sensor yang ada. 
  • Penyemprotan Bahan Bakar: Pada mesin common rail system penyemprotan menghasilkan partikel pengabutan yang kecil sehingga hasil pembakaran akan lebih sempurna. 
  • Tekanan Bahan Bakar Tinggi dan Stabil: Menghasilkan getaran yang lebih halus pada mesin. 
  • Pengecekan Trouble Kendaraan: Beberapa pengecekan trouble pada kendaraan dapat menggunakan komputerisasi dan peringatan engine check lamp pada meter cluster.

Mesin Diesel Konvensional

  • Sistem Kerja Mekanikal: Proses kontrol kendaraan seperti pedal gas, pompa injeksi, penyemprotan bahan bakar menggunakan prinsip mekanikal. 
  • Pengecekan Trouble: Pengecekan seluruh trouble kendaraan dengan cara percobaan trial and error.
  • Tidak Terlalu Sensitif Pada Bahan Bakar: Mesin diesel konvensional pada lubang injector memiliki ukuran yang lebih besar sehingga jarang terjadi penyumbatan seperti common rail.

5 Cara Mengembangkan Bisnis Anda

Diversifikasi atau penganekaragaman adalah salah satu kiat untuk memperluas bisnis Anda. Dengan mengambil keputusan ini, bisnis Anda berpotensi untuk mendapatkan konsumen dari kelompok pasar yang berbeda. Alhasil, dominasi pasar usaha Anda kian melebar. Selain diversifikasi produk, berikut adalah 5 cara lain untuk mengembangkan bisnis Anda:

1.Strategi saluran penjualan

Saluran penjualan atau sales funnel adalah setiap langkah yang diambil seseorang untuk menjadi pelanggan Anda. Menurut situs The Daily Egg, sales funnel dapat membantu Anda menerapkan model rencana penjualan yang cocok untuk pengembangan bisnis Anda. Sebab, cara ini akan menggambarkan tahapan mana yang masih bisa dieskplor atau diubah penerapannya. Tahapan saluran penjualan terbagi menjadi 4, yakni:

i.Awareness: Tahap ketika calon konsumen mengenali produk Anda. Contoh aplikasinya adalah pemasangan iklan produk Anda di Facebook atau Instagram.

ii.Interest: Tahap ketika calon konsumen merasa tertarik pada produk yang perusahaan Anda tawarkan. Contoh aplikasinya adalah penawaran promo produk di laman Facebook, Instagram, maupun situs resmi bisnis Anda.

iii.Decision: Tahap ketika calon konsumen menimbang untuk membeli produk Anda. Contoh aplikasinya adalah pemberian konten-konten informatif seputar produk dan cara berbelanja produk Anda.

iv.Action: Tahap ketika konsumen membelanjakan produk Anda. Contoh aplikasinya adalah pemberian diskon khusus pada calon konsumen tertentu agar calon konsumen segera membelanjakan produk Anda.

2.Ciptakan program loyalitas pelanggan

Program loyalitas pelanggan seperti sistem poin atau hadiah dapat membantu bisnis Anda mempertahankan pelanggan. Hal ini penting, sebab, kemampuan Anda untuk mempertahankan pelanggan sebesar 5% saja dapat meningkatkan keuntungan bisnis hingga 95% (LoyaltyLion). 

Selain itu, riset yang dilakukan oleh LoyaltyLion juga menemukan bahwa 75% konsumen akan beralih pada merek kompetitor yang menawarkan program loyalitas yang lebih baik. Artinya, program seperti ini dapat menarik sekaligus memangkas biaya untuk menggaet konsumen baru hingga 3 kali lipat.

3.Bentuk kemitraan strategis

Laman Entrepreneur.com menyebut kemitraan strategis dengan perusahaan yang tepat dapat menciptakan dunia atau pasar yang benar-benar baru. Hal ini berarti bisnis Anda memiliki kemungkinan untuk menjangkau kelompok pelanggan baru lebih cepat.

Untuk membentuk kemitraan strategis, Anda perlu mencari perusahaan atau lini bisnis yang sekiranya dapat menunjang bisnis Anda. Salah satu contoh bentuk kemitraan strategis adalah KTB Fuso dengan Dipo Star Finance untuk mempermudah proses pembiayaan bagi pelanggan.

4.Manfaatkan platform global

Perkembangan teknologi informasi seperti internet dan platform global sangat membantu kehidupan manusia. Hal ini semakin dirasa oleh banyak pelaku usaha terutama di era pandemi sekarang ini; yang membatasi gerak dan ruang tatap muka langsung antara konsumen dan produsen. 

Anda bisa memanfaatkan berbagai platform yang sepadan dengan model bisnis atau jenis produk perusahaan Anda untuk memperluas jangkauan bisnis. Salah satu contoh bentuk kemitraan strategis adalah antara KTB Fuso dan Tokopedia, melalui peluncuran Mitsubishi Fuso Official Store di Tokopedia.

5.Apresiasi karyawan

Antusiasme karyawan juga punya andil dalam pengembangan bisnis Anda. Sebab, pertumbuhan bisnis dapat lekas terlaksana bila karyawan punya semangat dan kinerja yang bagus. Untuk itu, memberikan penghargaan pada karyawan lewat Appreciation Employee Day, misalnya, bisa jadi cara untuk memperluas skala bisnis Anda.

Di samping mengakui dan mengapresiasi kinerja karyawan lewat motivasi dan piagam penghargaan, Anda juga dapat melanjutkan program apresiasi karyawan dengan cara pembentukan lingkungan kerja yang positif lalu pemberian fasilitas yang dibutuhkan karyawan.

Demikian ulasan tentang 5 cara mengembangkan bisnis Anda. Mulailah terapkan satu per satu untuk melihat dampak positif yang akan usaha Anda dapatkan setelahnya. Semoga tips di atas berguna, ya.

Sumber:

https://www.crazyegg.com/blog/sales-funnel/

https://loyaltylion.com/blog/five-benefits-of-a-loyalty-program

https://www.entrepreneur.com/article/306049

Tips Penting Saat Truk Terendam Banjir

Kendaraan jenis apapun sangat berisiko ketika terendam banjir. Bahkan kendaraan berukuran besar seperti truk sekalipun. Meskipun truk terlihat kokoh dan garang, tetapi ketika terendam banjir dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat maka tetap saja truk akan cepat rusak. Bahkan bisa jadi truk tidak lagi bisa digunakan.

Agar hal tersebut tidak terjadi, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan sebelum dan setelah terendam banjir. Sebelum maksudnya adalah ketika ketinggian air mulai semakin bertambah di area truk Anda berada, sehingga kemungkinan truk terendam banjir cukup besar. 

Fitur RUNNER Telah Penuhi Parameter Sistem GPS dari Kemenhub Sesuai Regulasi KP 3211/AJ.202/DRJD/2020

Kepala Sub Direktorat Angkutan Barang Direktorat Angkutan Jalan, Alexander Hilmi Perdana S.Si.T., M.Si., menyampaikan bahwa Mitsubishi Fuso menjadi satu-satunya brand kendaraan niaga yang sudah siap mendukung Kemenhub dalam mewujudkan manajemen lalu lintas yang baik dan diharapkan bisa meningkatkan keamanan di jalan raya melalui sistem RUNNER Telematics. 

RUNNER Telematics merupakan perangkat tambahan berbasis Global Positioning System (GPS) yang akan membantu memudahkan pengendara pada saat berkendara di jalan raya. Perangkat tambahan ini merupakan produk hasil kerja sama Mitsubishi Fuso dengan penyedia GPS Tracking, Enerren. 

Pada teknisnya, parameter sistem GPS ini diatur dalam regulasi KP 2081/AJ801/DRJD/2019 Tentang Petunjuk Teknis Alat Pemantau Pergerakan Kendaraan Secara Elektronik Pada Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dan KP 3211/AJ.202/DRJD/2020 Tentang Petunjuk Teknis Sistem Pemosisi Global Pada Angkutan Barang Khusus.

Adapun paremeter yang harus dimiliki adalah sebagai berikut:

  • Pengawasan kendaraan secara realtime;
  • Monitor kecepatan dan lokasi kendaraan pada peta;
  • Info lokasi keberangkatan dan kedatangan kendaraan; 
  • Info rute, titik angkut/titik kirim, pembatasan wilayah secara digital;
Fitur RUNNER Telah Penuhi Parameter Sistem GPS dari Kemenhub Sesuai Regulasi KP 3211/AJ.202/DRJD/2020
  • Lama waktu berkendara, jarak berkendara, durasi berhenti, durasi mengemudi, lama waktu mesin beroperasi;
  • Peringatan pelanggaran batas kecepatan;
  • Manajemen aset, dokumen kendaraan;
  • Manajemen pengemudi;
  • Histori rute yang dilalui;
  • Info volume BBM dalam tangki;
  • Info durasi kendaraan dalam diam.

Semua parameter tersebut sudah tersedia dalam sistem RUNNER Telematics yang bisa diakses langsung oleh sistem Kemenhub. 

Fitur-fitur yang tersedia pada perangkat RUNNER Telematics dari Mitsubishi Fuso ini memungkinkan pengendara dan pemilik kendaraan memonitor dan memantau kendaraan mereka secara realtime dan otomatis. Tak hanya itu saja, mereka juga dapat mengatur job order, menghitung jarak tempuh kendaraan, mengecek pemakaian bahan bakar kendaraan, hingga mengecek kapan perawatan kendaraan dilakukan.

Bahkan, informasi terkait posisi, arah, kecepatan, dan sejarah rute yang diambil oleh kendaraan bisa dengan mudah diakses melalui layar komputer maupun smartphone pengendara dan pemilik kendaraan. Bukan cuma itu, pemilik dan pengendara juga dapat mengumpulkan data-data penting yang bisa digunakan untuk membantu manajemen operasional truk.

Yuk, gunakan kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso yang didukung dengan sistem RUNNER Telematics, yang telah penuhi parameter sistem GPS dari Kemenhub sehingga membantu melancarkan perjalanan Anda.

FUSO Targetkan Pangsa Pasar 48.1% di Tahun 2021 Melalui Peningkatan Digitalisasi di Era Baru

Jakarta, Indonesia – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC), menyelenggarakan Media Gathering 2021 pada 30 Maret 2021 untuk menyampaikan target di tahun 2021, yaitu: pangsa pasar 48.1% dan penjualan31,220 unit.

KTB memprediksi permintaan pasar kendaraan niaga di tahun 2021 akan meningkat 30%, setara dengan 64,900 unit, berdasar pada kondisi terkini pasar otomotif. Meski pandemi Covid-19 masih akan berlanjut di tahun 2021, KTB berharap permintaan pasar akan membaik.

Naoya ‘Rocky’ Takai, Presiden Direktur KTB, mengatakan “KTB akan tetap bersikap positif, fokus target pangsa pasar tinggi seperti di tahun 2020. Kami akan menghadirkan serta memperkuat solusi digital melalui integrasi data dari berbagai sistem digital yang kami miliki seperti Runner Telematics, Dealer Management System (DMS) serta berbagai sumber lain terkait data informasi pelanggan. Kami ingin menjadi partner yang lebih dekat kepada pelanggan dan menyediakan layanan professional.”

Pada kesempatan ini, KTB menginformasikan kerjasamanya dengan Kementerian Perhubungan, melalui penguatan sistem Runner Telematics terhadap regulasi Kemenhub PM 60 / 2019 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang Dengan Kendaraan Bermotor di Jalan.

Alexander Hilmi Perdana, S.Si.T., M.Si., Kepala Sub Direktorat Angkutan Barang Direktorat Angkutan Jalan, Kementerian Perhubungan, menyampaikan “Sampai dengan saat ini, Mitsubishi Fuso masih menjadi satu-satunya brand kendaraan niaga yang sudah siap mendukung Kemenhub dalam mewujudkan manajemen lalu lintas yang baik dan diharapkan dapat meningkatkan keamanan jalan melalui sistem Runner Telematics.”

Pada pelaksanaan teknisnya, parameter sistem GPS diatur dalam regulasi KP 2081/AJ801/DRJD/2019 Tentang Petunjuk Teknis Alat Pemantau Pergerakan Kendaraan Secara Elektronik Pada Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dan KP 3211/AJ.202/DRJD/2020 Tentang Petunjuk Teknis Sistem Pemosisi Global Pada Angkutan Barang Khusus. Adapun parameter yang harus dimiliki adalah: pengawasan kendaraan secara realtime; monitor kecepatan dan lokasi kendaraan pada peta; info lokasi keberangkatan dan kedatangan kendaraan; info rute, titik angkut / titik kirim, pembatasan wilayah secara digital; lama waktu berkendara, jarak berkendara, durasi berhenti, durasi mengemudi, lama waktu mesin beroperasi; peringatan pelanggaran batas kecepatan; manajemen aset, dokumen kendaraan; manajemen pengemudi; histori rute yang dilalui; info volume BBM dalam tangki; info durasi kendaraan dalam keadaan diam. Semua fungsi tersebut tersedia dalam sistem Runner Telematics yang dapat diakses oleh sistem Kemenhub.

KTB juga senatiasa mensosialisasikan teknologi common-rail kepada pelanggan, untuk memastikan FUSO siap menghadapi Euro4. Fighter, produk MDT dari Mitsubishi Fuso, yang sudah dilengkapi dengan mesin common-rail, menerima banyak feedback positif dari pelanggan. Common-rail merupakan prasyarat implementasi Euro4, dengan konsumsi bahan bakar efisien dan dapat meningkatkan kenyamanan pengemudi sehingga lebih aman. Sejak diperkenalkan di tahun 2019, penetrasi Fighter telah mencakup hampir seluruh wilayah operasional di Indonesia. Area penetrasi tertinggi adalah Sumatera, diikuti Kalimantan, dan kemudian menyebar di seluruh wilayah Indonesia.

Selama masa transisi, KTB akan mempersiapkan infratruktur yang dibutuhkan terutama pada kesiapan operasional Dealer sehingga ketika Euro4 diimplementasikan, KTB siap memberikan dukungan penuh kepada pelanggan.