MITSUBISHI FUSO authorized distributor
Beranda Produk Dealer Hubungi Lainnya

Kontribusi Mitsubishi Fuso Untuk Mencerdaskan Bangsa

Salah satu fokus kegiatan tanggung jawab sosial KTB di bidang pendidikan melalui program FUSO Vocational Education Program (VEP). Ini merupakan program pengembangan dan pemberdayaan yang berfokus pada pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Saat ini KTB membina 14 SMK di berbagai wilayah Indonesia, diantaranya Medan, Palembang, Lampung, Bekasi, Solo, Kebumen,  Malang, Banjarmasin, Makassar, Pontianak, Banjarbaru.

KTB meyakini bahwa pendidikan merupakan faktor penting dalam pembentukan karakter bangsa yang kuat. Hal ini juga sejalan dengan program Pemerintah Indonesia dalam memajukan SMK, sehingga para lulusannya diharapkan mampu menerapkan ilmunya untuk kemajuan industri.

Apa saja rangkaian program FUSO VEP dalam mendukung pengembangan komptetensi SMK? Berikut penjelasannya:

Donasi Truk

KTB mendonasikan satu Truk Colt Diesel kepada masing-masing sekolah. Donasi ini dimaksudkan agar kendaraan tersebut dapat dijadikan bahan praktek para guru dan siswa.

Pelatihan Otomotif untuk Guru dan Siswa

Seluruh Guru dan Siswa binaan KTB akan mendapatkan training bersertifikasi dari Mitsubishi Fuso yang sudah terstandarisasi secara global. Pengajar merupakan team dari Krama Yudha Regional Training Center (KRTC) di masing-masing daerah. Materi yang disampaikan diambil dari materi pelatihan M-STEP 1 yang merupakan pelatihan dasar otomotif kendaraan niaga. Unit Mobile Workshop (MWS) juga dihadirkan untuk memperkaya materi pelatihan, sehingga para peserta bisa mempraktekkan ilmunya secara langsung dengan dibantu service tools yang terdapat dalam MWS.

Seminar Otomotif

Seminar diisi oleh para praktisi ahli dari KTB yang telah berkecimpung di dunia otomotif kendaraan niaga. Materi yang disampaikan berupa product knowledge, trend kendaraan niaga, teknologi kendaraan niaga, serta issue-issue yang terkait kendaraan niaga pada umumnya.

Kompetisi Nasional

Setelah mendapatkan ilmu dan pelatihan, para siswa akan diasah serta diuji kemampuannya melalui Kompetisi Nasional antara perwakilan siswa dari masing-masing sekolah. Adapun tes yang dilakukan berupa tes ujian tertulis, wawancara, serta ujian praktek, sehingga kemampuan para siswa dapat terukur.
FUSO Sharing Moment

Para siswa akan mendapatkan pelatihan soft-skill dari para volunteers yang merupakan karyawan KTB. Para volunteers akan berbagi pengalaman selama berkarir di KTB, serta berbagi tips bagaimana membuat Curriculum Vitae, Surat Lamaran, serta proses interview seleksi pekerjaan.

KTB Kembali Berikan Pelatihan Otomotif Bersertifikat Bagi Guru-Guru SMK Dalam Fuso Vocational Education Program 2019

Bandung & Mojokerto, Indonesia – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), authorized distributor dari Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC), memberikan pelatihan otomotif kepada 28 orang guru dari 14 SMK di Indonesia, pada tanggal 30 September – 11 Oktober 2019 di Krama Yudha Tiga Berlian Motors Regional Training Center (KRTC).  Kegiatan pelatihan guru SMK tersebut dilaksanakan secara bersamaan di KRTC Bandung – Jawa Barat dan KRTC Mojokerto – Jawa Timur.

KTB terus memberikan kontribusi di sektor pendidikan bagi masyarakat Indonesia, melalui Fuso Vocational Education Program (FVEP). Hal ini sebagai upaya mendukung kemajuan SMK secara berkelanjutan, dengan mengkreasikan beberapa kegiatan seperti memberikan donasi Mitsubishi Colt Diesel untuk masing-masing sekolah mitra, menyediakan pelatihan otomotif untuk guru dan siswa, kompetisi keahlian otomotif siswa, dan berbagi pengalaman, serta pengetahuan kepada siswa SMK, sebagai bekal persiapan memasuki dunia kerja.

Dalam pelatihan otomotif kali ini, para guru akan mendapat pelatihan Fuso Service Technician Education Program (F-STEP) 1 Plus, yang merupakan training wajib bagi para mekanik Mitsubishi di Indonesia. Materi yang diberikan yaitu: dasar-dasar mesin, chassis, electrical, engine tune up, PDI, free service dan perawatan berkala serta materi tambahan yaitu prinsip dasar Common Rail System. Tidak hanya itu saja, dalam pelatihan ini juga diajarkan bagaimana cara membaca dan menggunakan workshop manual, prosedur pembongkaran dan perakitan engine, transmisi, differential, pengukuran engine, K3 & housekeeping, fungsi serta penggunaan equipment dan measurement tools.

Dengan penambahan 3 SMK mitra di tahun 2019 yaitu SMK Ma’arif 1 Kebumen, SMKN 1 Pungging Mojokerto dan SMKN 2 Pontianak jumlah mitra SMK menjadi 14 SMK di Indonesia. Dimana sebelumnya ada 11 SMK mitra yaitu SMK Mandiri Medan, SMK PGRI 2 Palembang, SMK Muhammadiyah 2 Metro Lampung, SMKN 1 Jakarta, SMKN 55 Jakarta, SMK Bina Karya Mandiri 2 Bekasi, SMK Assalam Bandung, SMKN 5 Surakarta, , SMKN 1 Singosari, SMK Bakti Bangsa Banjarbaru dan SMK Darussalam Makassar.

Dony Hermawan, Head of Public Relations & Corporate Social Responsibility Department KTB menyampaikan bahwa dengan bertambahnya SMK mitra dari 11 SMK menjadi 14 SMK pada tahun 2019 dan pelatihan F-STEP 1 Plus bagi 28 guru SMK tersebut merupakan wujud komitmen KTB dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dari salah satu prinsipnya yang bertujuan untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan masyarakat di Indonesia, melalui dukungan untuk kemajuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang juga sejalan dengan kegiatan CSR KTB yang fokus pada dunia pendidikan.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan keahlian dan keterampilan para guru semakin mumpuni serta sesuai dengan perkembangan industri, sehingga diharapkan para guru dapat membekali siswa/siswi dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih memadai. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan kejuruan”, ujar Dony Hermawan.

Mitsubishi Fuso Bersama Kementerian Perhubungan Sosialisasikan Wacana Zero ODOL

Apa itu truk ODOL ?

Truk ODOL adalah singkatan dari “Over Dimensi Over Load”, yaitu truk yang melanggar batas ketentuan dimensi (ukuran) dan muatan (berat) yang diizinkan menurut peraturan lalu lintas di Indonesia.


Indonesia – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, bersama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menggelar diskusi mengenai sosialisasi wacana Zero Over Dimension Over Load (ODOL) kepada perusahaan karoseri dan dealer.

Lima puluh perusahaan karoseri dan juga lebih dari 20 group dealer dari seluruh Indonesia hadir untuk mendengarkan paparan yang disampaikan oleh Sigit Irfansyah. ATD, M.Sc selaku Direktur Sarana Transportasi Jalan, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Zero ODOL ditargetkan dapat terealisasi sepenuhnya di tahun 2021 mendatang. Regulasi ini  demi dihadirkan untuk kepentingan dan keselamatan bersama.

Pemerintah Indonesia akan menindak tegas pelanggaran ODOL, sanksi berupa denda hingga hukuman pidana yang diatur dalam pasal 277, UU 22 Tahun 2009. Upaya ini perlu dilakukan mengingat banyak kerugian yang harus ditanggung, diantaranya merusak jalan & jembatan, kecelakaan yang menelan korban jiwa, serta kemacetan yang berakibat pada penurunan produktivitas.

Perusahaan Karoseri menjadi pihak penting, karena disinilah kerangka badan kendaraan dibangun. Perusahaan Karoseri dihimbau agar mematuhi regulasi yang berlaku, karena jika tidak sesuai maka Pemerintah tdak akan meloloskan berkas-berkas perijinan kendaraan seperti SKRB dan SRUT.

Regulasi tentang dimensi angkutan diatur dalam UU 22 Tahun 2009, PP 55 Tahun 2012 Pasal 54 dan 55, serta PM 33 Tahun 2018 Pasal 11 dan 12, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Adapun upaya pengawasan muatan barang dilakukan dengan mengawasi empat hal, yaitu pengawasan terhadap tata cara muat, daya angkut, dimensi kendaraan, serta kelengkapan administrasi kendaraan. Upaya lain yang dilakukan Pemerintah dalam mempermudah pengurusan berkas perijinan yaitu melalui sistem online.

Mencegah dan memerangi ODOL butuh kerjasama,komitmen, serta kesadaran semua pihak. Kepentingan bisnis tidak harus mengabaikan kerugian negara akibat ODOL, kepentingan bisnis juga tidak harus mengabaikan keselamatan bersama.

Mengenang Perjalanan Iwan Fals Bersama Mitsubishi FUSO

Sahabat Fuso, masih ingatkah Anda dengan perjalanan roadshow Mitsubishi Fuso pada November 2017-Februari 2018 silam? Sebagai apresiasi terhadap dukungan dari para konsumen, Mitsubishi Fuso menggelar roadshow 10 kota dengan menggandenng maestro musik Indonesia, Iwan Fals. Dalam roadshow ini, Iwan Fals diajak langsung untuk mengikuti perjalanan dengan truk dan berkeliling ke 10 kota di Indonesia. Tak hanya itu, selama roadshow berlangsung, Iwan Fals juga menggali cerita ketika bertemu langsung dengan 3000 lebih tamu undangan dari kalangan konsumen fleet & retail serta para supir truk.

Alasan Memilih Iwan Fals Sebagai Brand Ambassador

Pemilihan Iwan Fals sebagai brand ambassador Mitsubishi Fuso bukanlah tanpa alasan sama sekali. Menurut Direktur Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian, Duljatmono, Iwan Fals dipilih sebagai brand ambassador karena sentuhan tersendiri yang dimilikinya. Hal ini tak lepas dari karier Iwan Fals yang dikenal dekat dengan supir truk melalui musiknya yang menemani mereka sepanjang perjalanan. Duljatmono menambahkan, Truk Mitsubishi Fuso merupakan truk yang paling banyak digunakan di Indonesia dan dari populasi truk yang begitu banyak, lagu Iwan Fals menjadi salah satu yang paling sering diputar selama perjalanan. Ini juga dibuktikan oleh banyaknya lukisan Iwan Fals di bagian belakang truk mulai dari lukisan wajah sampai lirik dari sang legenda musik Indonesia tersebut.

Alasan lain mengapa Iwan Fals dipilih sebagai brand ambassador adalah reputasinya yang telah menjadi legenda di dunia musik Indonesia. Hal ini senada dengan Mitsubishi Fuso yang telah menjadi market leader di pasar truk Indonesia dan telah berpengalaman selama 49 tahun. Melalui sejarahnya yang panjang, Mitsubishi Fuso merasa cocok dengan Iwan Fals dan merasa sama-sama legenda di bidang masing-masing.

Roadshow 10 Kota

Perjalanan panjang Iwan Fals bersama Mitsubishi Fuso dimulai dari kota Denpasar, Bali pada bulan November tahun 2017 silam. Iwan Fals melakukan roadshow ke 10 kota yakni Denpasar, Semarang, Cirebon, Serang, Lampung, Surabaya, Palembang, Pekanbaru, Padang dan berakhir di Kota Medan. Di tiap-tiap kota yang dikunjunginya, Iwan Fals bersama band pengiringnya turut mengadakan konser diatas truk yang dinaikinya.

Dalam perjalanan tersebut, Iwan Fals menuturkan bahwa roadshow tersebut bukan sekadar perjalanan musik saja. Lebih dari itu, Ia merasa perjalanan roadshow ke 10 kota dengan Mitsubishi Fuso dianggap sebagai perjalanan spiritual. Karena, Bang Iwan, begitu Ia kerap disapa, bisa melihat langsung kerja keras, kesabaran, kekuatan, keramahan dan cinta terhadap keluarga yang dimiliki supir truk. Hal ini juga membuktikan ketangguhan Truk Mitsubishi Fuso dalam mengarungi beragam jenis jalanan di Indonesia dengan membawa serta peralatan logistik dan peralatan musik sepanjang roadshow berlangsung.

Truk yang digunakan

Kesuksesan roadshow 10 kota Mitsubishi Fuso bersama Iwan Fals tidak bisa dilepaskan dari tangguhnya Truk yang digunakan. Dalam perjalanan roadshow tersebut, Iwan Fals menggunakan varian Mitsubishi Colt Diesel FE 74 long yang merupakan varian truk terpanjang di dunia. Panjangnya truk yang digunakan memungkinkan Iwan Fals beserta band pengiring untuk melakukan konser musik diatas truk di tiap-tiap kota yang dikunjunginya.

Pada akhir roadshow di Kota Medan, Mitsubishi Fuso juga memberikan truk yang digunakan untuk roadshow sebagai hadiah untuk Iwan Fals. Rencananya, truk tersebut akan digunakan sesuai fungsinya yakni untuk musik dan mengangkut hasil kebun di daerah sekitar rumah sang legenda musik Indonesia. Ini disebabkan karena Iwan Fals telah merasakan sendiri betapa tangguhnya Truk Colt Diesel saat roadshow.

Mitsubishi Fuso Meluncurkan Truk Heavy-duty Super Great Model 2019, HDT Pertama di Jepang yang Dilengkapi Teknologi Pendukung Kemudi Otomatis Level 2

Kawasaki, Jepang – Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC), salah satu produsen kendaraan niaga terbesar di Asia, di bawah naungan Daimler Truck Asia, meluncurkan Super Great model tahun 2019 pada 23 Oktober 2019. Super Great terbaru ini merupakan HDT pertama di Jepang yang dilengkapi dengan teknologi pendukung kemudi otomatis level 2, setara dengan teknologi pendukung kemudi otomatis dari the Society of Automotive Engineers (SAE). Super Great model 2019 akan tersedia melalui perusahaan penjualan MFTBC dan unit penjualan regional di seluruh Jepang mulai dari Oktober 2019.

Super Great terbaru hadir dengan teknologi pendukung kemudi otomatis level 2 dengan sistem “Active Drive Assist”, serta “Active Brake Assist 5 (ABA®5)” yaitu sistem mitigasi benturan yang dapat secara signifikan dapat mengurangi beban pengemudi.

“Active Drive Assist” menganalisa kondisi dan jalur jalan berdasarkan pada informasi yang diperoleh melalui kombinasi radar berpresisi tinggi serta kamera yang dipasang di bagian depan kendaraan. Sistem pendukung kemudi otomatis level 2 dapat mengontrol akselerasi, rem, dan kemudi secara bersamaan. Sistem ini dapat berjalan melalui kombinasi sistem control cruise Proximity Control Assist® serta sistem Lane Keeping. “Active Drive Assist” akan membantu mengurangi rasa lelah pengemudi sehingga tetap aman berkendara. Terlebih lagi sistem “Lane Departure Protection” versi terbaru akan membawa kendaraan tetap dalam jalur saat input kemudi memasuki kecepatan 60km/jam atau lebih.

Super Great model 2019 juga dilengkapi dengan fitur Active Brake Assist 5 (ABA®5) terbaru dengan akurasi yang lebih tinggi, memberikan tingkat keselamatan lebih tinggi. ABA®5 mencapai tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan mengkombinasikan radar konvensional serta kamera yang dipasang di kaca depan, memungkinkan kendaraan dapat dihentikan secara otomatis sehingga dapat menghindari benturan. Selain itu, akurasi untuk mendeteksi pejalan kaki semakin ditingkatkan sehingga memungkinkan kendaraan dapat menghindari tabrakan dengan pejalan kaki.

Super Great model 2019 juga dilengkapi dengan sistem keselamatan berkendara tingkat tinggi. Sistem Intelligent Headlight Control (IHC) secara otomatis mengalihkan lampu agar lebih terang pada saat kondisi gelap, serta lebih redup pada saat kondisi terang, melalui kamera yang dipasang di kaca depan. Fitur ini menghilangkan pengaturan lampu secara manual oleh pengemudi. Super Great 2019 juga dilengkapi dengan sistem Traffic Sign Recognition (TSR), dirancang khusus untuk untuk mendeteksi rambu lalu lintas di Jepang dengan menggunakan teknologi pengenalan gambar dan menampilkan rambu lalu lintas pada layar instrumen.

Peluncuran Super Great model 2019 merupakan bagian dari strategi Daimler Truck menuju otomatisasi truk level 4. Super Great mengikuti jejak Mercedes-Benz Actros dan Freightliner Cascadia, menjadi HDT ketiga yang memiliki fungsi teknologi pendukung kemudi otomatis level 2. Awal tahun ini, Daimler Trucks telah berkomitmen untuk menginvestasikan 500 juta Euro dalam pengembangan teknologi pendukung kemudi otomatis level 4. Sejak itu, Daimler Trucks telah meresmikan Autonomous Technology Group, sebuah organisasi global yang mengkoordinasikan penelitian dan pengembangan teknologi kemudi otonom untuk truk-truk di Eropa, AS, dan Jepang. Organisasi ini mengakusisi saham yang cukup besar di TORC Robotics, sebuah startup terkemuka yang berbasis di AS. Komitmen global yang begitu kuat ini memungkinkan Mitsubishi Fuso untuk meluncurkan truk otonom berkemampuan level 4 untuk penggunaan di jalanan umum Jepang begitu regulasinya memadai.

*Super Great®, Proximity Control Assist®, ABA®, telah terdaftar sebagi merek dagang MFTBC.

Super Great model keluaran tahun 2019 

Mitsubishi Fuso Meluncurkan Truk Heavy-duty Super Great Model 2019, HDT Pertama di Jepang yang Dilengkapi Teknologi Pendukung Kemudi Otomatis Level 2

Sistem “Active Drive Assist”

Sistem “Active Drive Assist” menggabungkan system control cruise adaptif Proximity Control Assist dengan fungsi tambahan untuk mengontrol arah depan dan belakang kendaraan, system start / stop yang mengontrol akselerator, rem dan kemudi, sehingga dengan demikian dapat membantu pengemudi mengoperasikan kendaraan dan berkendara dengan aman.

  • “Lane Keeping” membantu pengemudi tetap berada dalam jalur dengan cara mengendalikan kemudi si seluruh rentang kecepatan. Ini diaktifkan oleh kamera yang mengenali jalur jalan pada saat kendaraan berjalan
  • Jika pengemudi secara tidak sengaja berpindah jalur pada saat kecepatan kendaraan 60km/jam atau lebih, maka sistem”Lane Departure Protection” akan membantu membawa kendaraan tetap dalam jalur melalui input kemudi otomatis.

*Sistem “Active Drive Assist” bukan sistem kemudi otonom. Ini adalah sistem pendukung kemudi otomatis yang setara dengan SAE Level 2. Pengemudi merupakan agen utama dan tanggung jawab sepenuhnya berada pada pengemudi.

Active Brake Assist 5 (ABA®5)

ABA®5 mencapai tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan mengkombinasikan radar konvensional serta kamera yang dipasang di kaca depan, memungkinkan kendaraan dapat dihentikan secara otomatis sehingga dapat menghindari benturan. Selain itu, akurasi untuk mendeteksi pejalan kaki semakin ditingkatkan sehingga memungkinkan kendaraan dapat menghindari tabrakan dengan pejalan kaki.

*ABA® telah terdaftar merek dagang MFTBC. 

Intelligent Headlight Control (IHC)

Sistem Intelligent Headlight Control (IHC) secara otomatis mengalihkan lampu agar lebih terang pada saat kondisi gelap, serta lebih redup pada saat kondisi terang, melalui kamera yang dipasang di kaca depan.

Traffic Sign Recognition (TSR)

Traffic Sign Recognition (TSR), dirancang khusus untuk untuk mendeteksi rambu lalu lintas di Jepang dengan menggunakan teknologi pengenalan gambar dan menampilkan rambu lalu lintas pada layar instrumen.

*The respective safety systems need to meet certain operating conditions to work properly. Depending on road or weather conditions, there are instances where they may not work as expected.

*Sistem keselamatan harus memenuhi beberapa kondisi agar dapat berjalan sempurna. Tergantung pada konsisi jalan, cuaca, dll, ada beberapa kondisi dimana sistem ini tidak berfungsi seperti yang diharapkan.

Mitsubishi Fuso Meluncurkan Truk Heavy-duty Super Great Model 2019, HDT Pertama di Jepang yang Dilengkapi Teknologi Pendukung Kemudi Otomatis Level 2

Truckonnect®

Truckonnect® is a service that allows truck owners and fleet operators to check real-time data on trucks in operation via your personal computers or mobile devices. The Truckonnect® telematics system, installed from the 2017 model onward, is also enhanced with upgraded remote diagnostic and vehicle management functions as well as a new geofencing feature, which offers a notification when the truck enters or leaves a certain area.

* A separate application for the Truckonnect service is required.  

* Truckonnect® is a registered trademark of MFTBC.

Truckonnect® merupakan layanan yang memungkinkan pemilik truk dan operator armada untuk memeriksa data operasional truk secara real-time melalui personal computer atau mobile device. Sistem telematik Truckonnect® dipasang pada model keluaran tahun 2017 dan seterusnya, juga ditingkatkan dengan fungsi diagnostic dan penunjuk ara, yang menawarkan pemberitahuan ketika truk memasuki atau meninggalkan area tertentu.

*Diperlukan aplikasi terpisah untuk layanan TruckConnect

* Truckonnect® telah terdaftar sebagai merek dagang MFTBC

Mengenal Beberapa Istilah Seputar Ukuran atau Dimensi Kendaraan Truk

Ada beberapa faktor yang perlu Sahabat Fuso perhatikan saat merancang karoseri truk. Pertama, karoseri perlu dibuat menyesuaikan dengan jenis dan kebutuhan bisnis. Kedua, ukuran atau dimensi kendaraan juga perlu dibuat sesuai dengan karoseri yang ingin dibuat. Terakhir, namun yang paling penting, Sahabat Fuso juga perlu menyesuaikan karoseri dengan standar regulasi yang telah dibuat oleh pemerintah dengan menyesuaikan spesifikasi kendaraan.

Dalam merancang atau mendesain karoseri, tak jarang Sahabat Fuso akan dihadapi oleh berbagai istilah seputar ukuran atau dimensi kendaraan truk. Mari mengenal berbagai istilah seputar ukuran atau dimensi kendaraan truk melalui ulasan berikut :

Mengenal Beberapa Istilah Seputar Ukuran atau Dimensi Kendaraan Truk

1. Panjang Keseluruhan atau Overall Length (OAL)

Overall Length (OAL) adalah istilah untuk menggambarkan panjang keseluruhan kendaraan. OAL mencakup aksesoris yang paling luar, baik di bagian depan dan belakangnya seperti bumper, lampu belakang, dll. Dalam pengukuran panjang keseluruhan kendaraan truk, tailgate dan bagian menonjol lainnya harus sudah terpasang pada posisinya masing-masing. Sementara itu, kaca spion paling luar tidak termasuk dalam pengukuran yang satu ini.

2. Lebar Keseluruhan atau Overall Width (OAW) 

Overall Width (OAW) adalah lebar maksimum kendaraan. Perhitungan OAW mencakup aksesoris dan peralatannya. Dalam perhitungan lebar keseluruhan, bagian menonjol dari kaca spion luar depan tidak termasuk dalam pengukuran.

3. Tinggi Keseluruhan atau Overall Height (OAH) 

Overall Height (OAH) adalah jarak dari tanah ke titik tertinggi dari kendaraan. Saat mengukur tinggi keseluruhan kendaraan truk, ban Harus dipompa sesuai dengan tekanan yang telah direkomendasikan. Sementara itu, bagian antena harus pada posisi terendah agar perhitungan tinggi keseluruhan lebih akurat. 

4. Jarak Sumbu Roda atau Wheelbase (WB)

Pada kendaraan truk yang memiliki dua gardan/axle (4×2), Wheelbase adalah jarak Antara garis tengah dari gardan depan dan belakang. Sementara itu, pada kendaraan yang memiliki tiga gardan (6×2 / 6×4), Wheelbase adalah jarak antara garis tengah dari gardan depan dan gardan nomor tiga.  

5. Julur Depan atau Front Over Hang (FOH)

Front Over Hang (FOH )adalah jarak antara garis tengah gardan depan dengan bagian depan kendaraan.

6. Julur Belakang atau Rear Over Hang (ROH)

Rear Over Hang (ROH) adalah jarak antara garis tengah gardan belakang dengan bagian ujung belakang kendaraan.

Baca Juga: eCanter Next Generation Tampil di GIIAS 2023

7. Cab to end

Cab to End adalah jarak Antara bagian belakang kabin sampai dengan ujung belakang kendaraan

8. Lebar Jejak atau Tread

Tread adalah jarak antara garis tengah dari ban kiri dan ban kanan. Pengukuran lebar jejak pada susunan ban ganda diambil dari titik tengah dari masing-masing pasangan ban. Saat dikendarai, truk yang memiliki tread lebih lebar akan lebih stabil karena hanya mengalami sedikit gerakan menyamping. Truk dengan tread lebih lebar juga kecil kemungkinan akan tergelincir (slip). Meskipun demikian, radius putar (turning radius) akan menjadi lebih besar karena kondisi tread yang lebih lebar. 

9. Ground Clearance (GC) 

Ground clearance adalah jarak antara titik terendah dari truk dengan permukaan tanah. Pada umumnya, bagian paling bawah housing gardan belakang adalah titik terendah dari sebuah kendaraan truk. Truk dengan ground clearance besar, lebih cocok untuk dioperasikan pada daerah off-road. 

Sembilan poin diatas perlu Sahabat Fuso perhatikan dalam memilih kendaraan niaga dan merancang karoseri yang dibutuhkan. Dengan memperhatikan ukuran secara detail, kendaraan niaga Sahabat Fuso akan sesuai dengan regulasi dan membuat bisnis berjalan lebih efektif.

Beberapa Istilah Berat Kendaraan yang Perlu Sahabat FUSO Ketahui

Tidak seperti mobil pribadi, kendaraan niaga perlu memperhatikan aspek berat kendaraan dan muatan yang diangkut. Bahkan, pengaturan berat kendaraan beserta muatan diatur dalam Undang-undang oleh Pemerintah Indonesia guna menjamin keselamatan dan keamanan di jalan. Tak jarang beberapa istilah khusus digunakan untuk mendefinisikan berat suatu kendaraan niaga. 

Sudahkah Sahabat Fuso tahu dengan istilah-istilah yang belum digunakan? Jika belum, mari mengenal beberapa istilah seputar berat kendaraan niaga berikut ini :

1. Kerb weight

Istilah Kerb weight berarti penjumlahan berat kabin dan chassis dengan kondisi fuel tank penuh. Dikatakan fuel tank berarti ketika truk terisi bahan bakar, oli dan cairan pendingin secara penuh didalamnya. Ban cadangan tan tools yang perlu dibawa juga dimasukkan dalam penghitungan Kerb Weight karena dianggap sebagai satu kesatuan dengan truk.

2. Empty Vehicle Weight (EVW)

Empty Vehicle Weight (EVW) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan besarnya kerb weight ditambah berat dari rear body seperti bak, dump truck, tangki, dll. Empty Vehicle Weight (EVW) dihitung tanpa muatan yang dibawa dalam rear body truk.

3. Gross Vehicle Weight (GVW)

Gross Vehicle Weight (GVW) dihitung dengan menjumlahkan Empty Vehicle Weight (EVW), ditambah berat beban yang dapat diangkut (payload) ditambah berat penumpang. Sementara itu, perhitungan berat yang diperboleh dan diizinkan mengacu pada ketentuan berikut:

  • Jumlah berat yang Diberbolehkan (JBB), adalah berat total kendaraan bermotor berikut muatannya yang diperbolehkan menurut rancangan Agen Pemegang Merek.
  • Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) adalah berat total kendaraan yang diizinkan untuk melewati kelas jalan tertentu berdasarkan kekuatan jalan serta dimensi dan kekuatan desain axle atau sumbu roda. Ketentuan Jumlah berat yang diizinkan diatur dan ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.

4. Gross Combination Weight (GCW)

Istilah Gross Combination Weight (GCW) ditujukan untuk kendaraan gandengan / Tractor Head. GCW adalah Gabungan dari total berat kendaraan ditambah dengan berat trailer dan muatannya. Adapun untuk ketentuan jumlah berat kombinasi yang diperbolehkan dan diizinkan dijelaskan sebagai berikut :

  • Jumlah Berat Kombinasi yang Diperbolehkan (JBKB) adalah berat total kombinasi kendaraan berikut muatannya yang diperbolehkan menurut rancangan APM.
  • Jumlah Berat Kombinasi Kendaraan yang Diizinkan (JBKI) adalah berat maksimun rangkaian kendaraan bermotor berikut muatannya yang diizinkan berdasarkan kelas jalan yang dilalui. Jumlah Berat Kombinasi Kendaraan yang Diizinkan diatur melalui ketetapan oleh Kementerian Perhubungan.

5. Jumlah Beban yang Dapat Diangkut (Payload)

Perhitungan payload didasarkan pada selisih antara GVW dan EVW. Payload perlu dihitung agar dapat menjamin kestabilan kendaraan, dan kapasitas berat pembebanan yang tidak melebihi kapasitas maksimum pada front dan rear axle. Untuk mendukung keamanan selama perjalanan, payload harus terdistribusi secara tepat. 

6. Berat Penumpang

Dalam perhitungan berat penumpang, satu orang penumpang diasumsikan memiliki berat sekitar 65 kg. Ketentuan ini mengikuti berat spesifik yang ditetapkan oleh Regulasi Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.

Demikian berbagai istilah seputar berat kendaraan niaga yang perlu Sahabat Fuso ketahui. Memperhatikan beban atau berat kendaraan selama perjalanan sangat penting guna mendukung keselamatan supir dan pengendara lainnya. Bisnis juga akan berjalan lancar apabila risiko kecelakaan dapat diminimalisir melalui perhitungan berat dengan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. 

KTB Terima Penghargaan 1st Winner Best Distributor Award (Large Size Market) dari Daimler Truck Asia

Indonesia tahun ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan Daimler Truck Asia International Sales & Customer Services Conference (ISCS) 2019, bertempat di Pulau Dewata, Bali, Indonesia, 10-12 September 2019.

ISCS merupakan acara tahunan yang digelar untuk mengumpulkan seluruh distributor Daimler Truck Asia dari berbagai Negara.  Sebagai tuan rumah, KTB menyambut seluruh kolega Daimler Truck Asia dengan sajian budaya dan keramahan khas Indonesia. Seperti apa rangkaian acara ini? Mari kita simak dalam ulasan berikut.

Conference

Selain pemaparan materi dari Daimler Truck Asia, sesi ini juga menghadirkan beberapa konsumen sebagai pemateri. Dari Indonesia, KTB mengundang PT Trimitra Trans Persada (B-Log) yang merupakan konsumen fleet Mitsubishi Fuso di bidang logistik.

Awarding

KTB memenangkan penghargaan 1st Winner Best Distributor Award (Large Size Market). Indonesia menjadi salah satu Negara dengan kontribusi penjualan truk terbesar di Asia. Mitsubishi Fuso senantiasa mempertahankan posisinya sebagai market leader selama 49 tahun berturut-turut. Di tahun 2019 (Januari – Juli) penjualan Mitsubishi Fuso tercatat sebanyak 21,976 unit dengan market share 44.2%.

https://youtube.com/watch?v=p3fZsJ0Zij4

  Product Showcase & Test Ride

Seluruh peserta ISCS diajak merasakan langsung ketangguhan Colt Diesel yang merupakan produk andalan, back bone kendaraan niaga di Indonesia. 

Fighter Chassis Panjang Hadir di GIIAS Makassar

Makassar, Indonesia – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), authorized distributor Mitsubishi Fuso di Indonesia turut berpartisipasi pada rangkaian pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang bertempat di Celebes Convention Center, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 11 – 15 September 2019.

KTB bersama dengan diler dari PT Bosowa Berlian Motor, dan PT Sulawesi Berlian Motor, menghadirkan dua produk andalan Mitsubishi Fuso, yaitu Colt Diesel (dump truck, varian FE SHDX) dan Fighter (flat deck, varian FN 62FL HD).

Keikutsertaan Mitsubishi Fuso pada GIIAS series Makassar kali ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi terhadap varian terbaru Fighter di kawasan Timur Indonesia. Sebelumnya di bulan Juli 2019, Fighter telah diperkenalkan di acara GIIAS di BSD Serpong. Ada enam varian baru Fighter merupakan varian versi long series, dengan variasi chassis cab to end 6.6m hingga 9.8m, memungkinkan konsumen membawa muatan lebih banyak dalam sekali angkut.

Fighter Chassis Panjang Hadir di GIIAS Makassar

Kehadiran Fighter dengan chassis panjang menjawab kebutuhan konsumen yang terus meningkat, khususnya pada truk medium. Gencarnya pembangunan infrastruktur, semakin mendorong peningkatan pendistribusian barang melalui jalur darat, terutama dengan moda transportasi truk. Di sisi lain, regulasi Pemerintah terkait over dimension over loading (ODOL) juga berdampak positif pada permintaan konsumen akan varian dengan kapasitas lebih besar.
 
Melalui pameran otomotif seperti GIIAS, KTB berharap dapat mendongkrak penjualan untuk mengejar penurunan pasar di semester satu yang terjadi karena fokus masyarakat dan pelaku bisnis lebih terpusat pada penyelenggaraan Pemilihan Umum.
 
“Peningkatan penjualan diharapkan menjadi rebound di semester II, dan hal ini sudah mulai tampak pada peningkatan pasar selama Bulan Juli dan diharapkan terus meningkat hingga akhir tahun. Mitsubishi Fuso masih menjadi kontributor terbesar di segment kendaraan niaga dengan market share sebesar 44.2% dengan volume penjualan sebanyak 21,976 unit selama periode Januari – Juli 2019” Ujar Dony Hermawan, Head of Public Relations & CSR PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors.

Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Merancang Badan Karoseri Kendaraan Truk

Membeli Truk tidaklah sama dengan membeli mobil pribadi. Saat membeli truk Mitsubishi Fuso, Sahabat Fuso perlu menyesuaikan terlebih dahulu karoseri yang dibutuhkan. Sebab, berbeda sektor bisnis berbeda pula jenis karoseri yang dibutuhkan. Contohnya, jika sahabat Fuso menjalankan bisnis logistik, maka karakter karoseri yang digunakan akan berbeda dengan karoseri untuk bisnis perkebunan. Karoseri juga perlu disesuaikan dengan peraturan yang berlaku berdasarkan UU No.22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Maka dari itu, Sahabat Fuso perlu merancang pemasangan karoseri dan body sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Untuk membuat karoseri yang sesuai kebutuhan bisnis dan peraturan, maka ada hal-hal yang perlu Sahabat Fuso perhatikan. Berikut ini beberapa diantaranya :

1. Cab to End

Cab to End adalah jarak antara bagian belakang kabin sampai dengan ujung belakang kendaraan. Semakin panjang Cab to End, maka dimensi body karoseri akan lebih panjang. Cab to End dipengaruhi oleh:

a. Wheelbase

Wheelbase adalah jarak sumbu roda yang akan mempengaruhi dimensi body kendaraan. Semakin panjang wheelbase, maka dimensi karoseri akan lebih panjang sehingga muatan yang bisa ditampung akan lebih besar.  

b. Rear Over Hang

Rear Over Hang adalah julur belakang yang mempengaruhi dimensi body kendaraan. Semakin panjang Rear Over Hang, maka dimensi karoseri akan lebih besar sehingga muatan yang bisa ditampung lebih besar.  

Meskipun demikian, tidak semua karoseri membutuhkan wheelbase dan rear over hang yang panjang, seperti yang terjadi pada dump truck.

2. Engine / Transmission 

Komponen engine / transmission akan menghasilkan tenaga yang dibutuhkan kendaraan dalam membawa muatan. Dalam merancang badan karoseri, pastikan engine / transmission yang digunakan sesuai kebutuhan agar kendaraan bisnis Sahabat Fuso tidak kekurangan atau kelebihan tenaga. 

3. Gross Vehicle Weight yang Diizinkan

Peraturan batas beban maksimal kendaraan tertera dalam UU No.22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pemerintah, melalui Dinas Perhubungan, akan menindak tegas kendaraan over dimension over load yang tidak sesuai dengan regulasi. Jadi, pastikan pilihan kendaraan, dimensi body karoseri dan beban muatan sahabat Fuso sudah sesuai regulasi ya!

4. Axle Ratio

Axle ratio merupakan komponen yang penting untuk diperhatikan karena akan berpengaruh pada daya tanjak truk saat membawa beban muatan. Dengan ukuran axle ratio yang tepat, kendaraan dapat tetap menanjak dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Pastikan Sahabat Fuso memperhatikan komponen ini agar tidak mengalami keterlambatan dalam pengiriman barang karena terhambat saat jalanan menanjak.

5. Posisi Center of Gravitation

Posisi center of gravitation pada saat merancang body / karoseri perlu diperhitungkan dengan teliti. Tujuannya, agar kendaraan tetap dalam keadaan seimbang ketika berjalan dalam kondisi apapun.

6. Persyaratan Administrasi / Registrasi Legal

Hal terakhir yang paling penting dalam merancang badan karoseri truk Fuso yakni persyaratan administrasi. Persyaratan administrasi yang diperlukan antara lain pemilihan Karoseri yang sudah memiliki SKRB, sehingga tidak ada kendala dalam proses SRUT, STNK dan KIR. Selain itu, pengemudi juga harus memiliki SIM B. Pastikan sahabat Fuso melengkapi persyaratan administrasi tersebut sebelum kendaraan beroperasi di jalanan. 

Memperhatikan 6 poin diatas akan membuat Sahabat Fuso lebih mudah dalam merancang badan karoseri truk Mitsubishi Fuso. Sebab, selain memperhatikan kebutuhan bisnis dan faktor keamanan, membuat badan karoseri juga perlu disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Sehingga, truk bisa beroperasi dengan tenang dan bisnis pun akan berjalan lebih lancar.